Alamat:

Jl.Sultan M.Mansyur Komplek Green Forest Residence Blok N 29,bukit lama, Ilir barat 1, Palembang City,Indonesia


Contact Leech Therapist;

089508665460 

LEECH THERAPY AROUND THE WORLD

"Helping Nature Heal - Holistic Healing, not Medical Treatment."



Benefits and Effects


Non-Invasive, No Side-Effects! Basically no pain involved! 

Leech saliva contains several bioactive substances, including anti-coagulants, blood-thinner, vaso-dilators, anesthetics, antibiotics (i.e. chloromycetyna), Hyaluronidase, Destabilase, Bdellines,  Eglines, Histamine-like substances, Lipolytic enzymes, Cholesterol esterase, Lipase, Triglyceridase  and many more.

Leech therapy works in such a wide range of applications, (it is still not fully understood) and is based on a combination of multiple effects. -


Hirudotherapy is a complex therapy and is a complementary therapy to the osteopathic medicine - 
   THE CAUSE THERAPY. 

   HIRUDOTHERAPY- through the body detoxification and blood purification, fights specific illnesses and at the same time it makes your immune system  stronger and rejuvenates your body. 

Positive effects:

general reflexogenic, hypotensive, bloodletting, decongestion, antiatherosclerosis, and many more!  

Hirudin, a potent anticoagulant in leech saliva, inhibits the conversion of fibrinogen to fibrin, preventing blood from clotting; hirudin is proved to be ten times more effective then heparin.


"...  Medicinal Leech salivary glands secretion (SGS) determines the humoral effect of hirudotherapy (medicinal leeches wounding the patient's skin followed the SGS injection) . High specificity of biological active proteins in SGS, such as hirudin, factor Xa inhibitor, triptase inhibitor, etc., determines the success of treatment done by medicinal leeches. 


Girudo-Med Bio-Factory, Lyubetsy, Russia.


Picture
The Return of the Leech 

"A medical marvel rises from both the swamp and the pages of history.

"...One leech-made molecule, the powerful anticoagulant hirudinwon FDA approval in 1998. Medical researchers are now testing hirudin’s usefulness against angina and heart attacks, and other chemicals from leech saliva are under study."
by Mitchel Leslie, a freelance writer living in Albuquerque




Hirudo Medicinalis ARE FDA approved & classified under medical device since 2004.

"Helping Nature Heal - Holistic Healing, not Medical Treatment."

RUSSIA HIRUDOTHERAPY

Hirudotherapy (leeches) have recently become very popular.Its main advantage - it has a lasting effect of theapplication and no complications, no negative side effects on the body.In medicine, a leech was used in the fourteenth century BC. In the late 80-ies of the twentieth century, almost everypharmacy can be found standing at the counter with a jar of leeches. Leech - is the highest annelid jaw unit, whichfeeds on the blood and in the nature of the attacks on newts, frogs, and wandered into a pond animals.Most of us at the mention of the treatment of leeches frown. To feel the respect for this "animal", let us know moreof him. Outset that it will focus on the medicinal leech, and not on the pond. Of the 400 species of leech inmedicine is applied only two of its subspecies (chemist - Hirudina officinalis and healing - Hirudina medicinalis).Medical leech is grown on special farms and biological completely before applying the "sterile". Use it as a syringe,only once - after the procedure it mortifying. For our health is a miracle of nature gives his life! Teeth have noleeches. Bite leeches do not bite, and puncture. Her mouth a lot of needles, but fear them not worth it. Leechpuncture the skin surface, and immediately relieve herself and disinfecting the site of the bite. It is the medicinalleech saliva has healing properties. It's kind of a cocktail, which contains about 100 useful man enzymes. And thebody of this tiny animal like a biochemical laboratory, a natural pharmacy.
From each bite of a leech can get triple benefit
The reflex effects in the area of the bite - living acupuncture. Leech always automatically selects the placewhere suck. This is a biologically active point corresponds to an affected organ man. The doctor sent her only a little.Leech injects enzymes necessary for man in treatment of diseases, improve immunity, improve metabolism.Leech sucking blood. A small leech sucks from 3 to 5 cubic centimeters of blood. This is 3-5 times moreweight of her body, so the leech is appreciably increased in size. Thus, there is unloading bloodstream, theblood is updated, and increase the body's defenses.

The list of diseases for which treatments shown leeches
Gynecological diseases: fibroid, fibroids, breast, inflammation of the uterine appendages, vulvovaginitis, cervicalerosion, endometriosis, parameters.Urologic diseases: prostatitis, impotence, prostate adenoma, cystitis, urethritis.Cardiovascular disease: coronary heart disease, heart failure, angina, postinfarction conditions, varicose veins,hypertension, ischemia, disruption of the microcirculation.BUsable mouth: periodontal disease, stomatitis, inflammation of mucous.Diseases of the digestive system: gastritis, colitis, cholecystitis, pancreatitis, obesity, cellulite.Diseases of the nervous system:

neuritis, meningitis, brain concussion, stroke,sciatica, radiculitis, polyneuritis, chronic fatigue syndrome.

Kidney diseases: kidney failure, gall-stone disease.
Diseases of the eye: glaucoma, fatigue, reduced vision.Diseases of the musculoskeletal system: arthrosis, arthritis, osteochondrosis, osteoporosis, trauma.

Side effects in treatment of leeches:
disorders of blood coagulation system, pregnancy, persistent reduction of blood pressure.Leech is a living pharmaceutical factory, it injects into the blood through their saliva, a whole range of biologicallyactive substances, and the human body to effectively use them for self-regulation.Hirudotherapy approved by the Russian Ministry of Health and a pharmaceutical regulation of FS-42-702-97. ThisGosstandart drug with a list of indicators and monitoring methods.Today, leeches are used as a therapeutic as well as in plastic surgery and cosmetic industries.
Lintah adalah makhluk indah, meski memiliki reputasi mereka yang sedikit - oke, terlalu menjijikkan banyak orang, mereka masih membuktikan menjadi makhluk membantu! Invertebrata yang luar biasa ini telah menemukan cara untuk membuat kita bahagia dan pada saat yang sama menjaga diri bahagia. Ini hubungan yang saling menguntungkan, sehingga Anda benar-benar harus bertanya-tanya mengapa kebanyakan orang membenci mereka begitu banyak.

Mengobati Penyakit Gusi Melalui Terapi Lintah

Gusi sehat dan Penyakit gusi

Penyakit gusi adalah salah satu masalah yang paling umum yang diderita oleh semua usia, terutama jika kebersihan gigi ketat tidak diikuti.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyakit Gusi

Salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan perkembangan penyakit gusi adalah pertumbuhan bakteri. Sebagaimana dinyatakan di atas, kesehatan gigi yang buruk menyebabkan penumpukan plak dan karang gigi, meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi, bau mulut, infeksi gusi dll

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah juga berisiko lebih besar mengembangkan penyakit gusi karena tubuh rentan terhadap infeksi.

Penyakit juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit gusi. Diabetes, misalnya dapat memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya penyakit gusi karena kadar gula darah terkendali dan peningkatan viskositas darah yang beredar, yang menghambat penyembuhan, agen sehingga diperlukan (seperti nutrisi) untuk proses penyembuhan untuk benar mengambil tempat yang tidak disampaikan kepada terinfeksi dan meradang situs.

Faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit gusi stres dan ketidakseimbangan hormon serta obat bahwa seorang individu mengambil.

Tanda dan Gejala Penyakit Gusi

Gusi Sehat

Indikator yang paling umum dari penyakit gusi adalah gingivitis atau radang gusi. Seseorang yang memiliki radang gusi biasanya akan melihat pembengkakan pada gusi, rasa tidak enak di mulut, napas buruk dan beberapa perdarahan pada gusi. Kerusakan lebih lanjut jaringan dibawa oleh produksi bakteri enzim dan racun, memperlihatkan akar gigi berlubang atau menciptakan yang baru.

Pengobatan Penyakit Gusi

Pengobatan yang paling umum untuk penyakit gusi adalah antibiotik, yang mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.Obat anti inflamasi juga diresepkan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Kursus berikutnya tindakan adalah scaling dan penghapusan plak.

Terapi Lintah untuk Penyakit Gusi

Penyakit Gusi

Lintah dikenal untuk menghasilkan enzim yang bermanfaat banyak dan telah digunakan selama bertahun-tahun untuk secara efektif mengobati penyakit gusi dan mempercepat penyembuhan. Agen antikoagulan meningkatkan aliran darah di gusi, membantu flush racun dan memungkinkan pengiriman nutrisi ke daerah yang terkena. Para agen antikoagulan juga bekerja keajaiban dalam melarutkan bekuan darah yang dapat terbentuk dalam gusi.

Komponen menguntungkan lainnya adalah agen anti-inflamasi, yang mengurangi pembengkakan dan peradangan gusi. Air liur lintah juga mengandung komponen antibakteri yang membantu dalam mengurangi pertumbuhan bakteri.






presently unable to be cultivated [36,37]. Technological
developments in the culture-independent profiling of
microbial community complexity and diversity have
revealed a plethora of novel cohabiting microorganisms
that far outnumber the culturable organisms. These developments
have also greatly advanced our understanding of
the residential microbiota of digestive tracts, to which
essential roles in host biology have been attributed, such
as the provision of essential nutrients (reviewed in Ref.
[3]), development [38], energy balance [39] and the priming
of immunity [40,41]. Interesting parallels in the digestivetract
microbial composition among various host species
have been described [39,42], which raises the question of
whether their functional roles are universal or tailored to
the different hosts.
A recent culture-independent study discovered the presence
of a second symbiont in the crop that we have been
unable to cultivate in the laboratory [43]. The 16S rRNA
gene sequence indicates that it is a relative of Rikenella,
members of the Bacteroidetes that have been found in
several different digestive tracts. An exciting aspect about
the discovery of a second symbiont is the natural occurrence
of a restricted – but not monospecific – digestive-tract
microbiota, which will enable us not only to investigate
microbe–host interactions but also to investigate the interaction
between different microbial species. Relevant features
of the Aeromonas and Rikenella species that
comprise the basic two-member microbial community in
the crop are discussed here.
Aeromonadaceae
Aeromonas species are motile, Gram-negative rods that
belong to the family Aeromonadaceae [44]. A widely noted
characteristic of Aeromonas spp. is the production of a
large number of exported hydrolytic enzymes that could
aid in the breakdown of nutrients inside the digestive tract
of animals. This family currently consists of 17 facultatively
anaerobic species that occupy a spectrum of niches
ranging from free-living occupants of freshwater to opportunistic
pathogens of fish, amphibians and humans
(reviewed in Ref. [45]), and to the digestive tract symbionts
of a variety of blood feeders including mosquitoes, the
medicinal leech and the vampire bat [17,31,34,46]. Three
Aeromonas species including A. veronii are associated with
a range of maladies including wound infection, septicemia
and diarrhea in humans [45]. Therefore, A. veronii seems to
have an innate ability to infect the digestive tracts of
multiple host species where manifestations of infection
span from pathogenesis to cooperative.
Rikenellaceae
The recurring identification of 16S rRNA gene sequences
that belong to the Rikenellaceae from a wide range of
digestive tracts is suggestive of both evolutionary adaptation
and physiological contributions towards digestivetract
ecosystems (Figure 2). All of the isolates or sequences
were obtained from a variety of gastrointestinal environments
including goat rumen, termite gut, murine cecum
and the human colon [39,47,48]. Knowledge of the
Rikenella genus is further obscured because of their
fastidious growth and obligate anaerobic requirements.
A novel Rikenella species, related to Rikenella microfusus
isolated from the cecal and fecal samples of Japanese fowl
[49], has been identified as one of two dominant residents
of the medicinal leech crop [43]. An intriguing question is
whether the leech crop is sufficiently anaerobic to support
the growth of the Rikenella symbiont or if A. veronii
has to remove residual oxygen from the ingested blood
meal to prime the microenvironment for the Rikenella
symbiont.
The presence of a basic two-member microbial community
in the leech digestive crop provides an exciting and
unique opportunity to further extend knowledge of
Rikenella species, albeit indirectly. For example, differential
antibiotic regimens might be used selectively to clear
the Aeromonas or Rikenella symbiont. The reintroduction
of various concentrations of A. veronii and/or isogenic
mutants into the host can reveal whether spatial or quantitative
alterations of the Rikenella population occur by
employing techniques such as fluorescence in situ hybridization
and quantitative PCR. Host fitness assays after
differential antibiotic treatments to examine classical life
history traits such as reproductive output, growth rate and
viability could also prove valuable towards the elucidation
of microbial functional roles.
Factors that contribute to a limited microbial
complexity
Factors that contribute to the unusual simplicity of the
leech digestive symbiosis could be derived from three
sources: the ingested blood, the host and/or the symbiotic
bacteria [17,50,51]. The complement system of vertebrate
blood contains powerful antimicrobial properties [52]. Two
lines of evidence suggest that the ingested complement
system remains active for some time inside the leech
and contributes to the specificity of the microbiota.
Heat-inactivation of the blood before feeding enables
colonization by some bacterial species that were unable to
colonize when fed to the leech in fresh blood [50]. Furthermore,
the importance of the Aeromonas lipopolysaccharide
(LPS) layer in protecting against the antimicrobial properties
of the complement system has been demonstrated [53]
by observing that serum-sensitive Aeromonasmutants with
a defect in their LPS had a dramatically reduced ability to
colonize the leech [51].
Other bacteria such as Pseudomonas aeruginosa and
Staphylococcus aureus were tested for their ability to
colonize the leech digestive tract and were able to persist
inside it but had a dramatically reduced ability to grow,
independent of the activity of the complement system,
which suggests the presence of a second layer of defense
[50]. The discovery of the Aeromonas symbiont led to
speculation that this symbiont might release antimicrobial
compounds [26]. As part of a culture-independent characterization
of the leech digestive system, the microbiota of
the intestinum in which the actual digestion of the blood
occurs was also characterized. The intestinum harbored a
more diverse microbial community with an average of eight
species detected [43]. The microbial community of the
intestinum, similar to the crop, was dominated by the
Rikenella and Aeromonas symbionts. The presence of a
more diverse microbiota despite the presence of the crop
Review TRENDS in Microbiology Vol.14 No.8 369
www.sciencedirect.com


33 Fenollar, F. et al. (1999) Unusual case of Aeromonas sobria cellulitis
associated with the use of leeches. Eur. J. Clin. Microbiol. Infect. Dis.
18, 72–73
34 Pidiyar, V. et al. (2002) Aeromonas culicicola sp. nov., from the midgut
of Culex quinquefasciatus. Int. J. Syst. Evol. Microbiol. 52, 1723–
1728
35 Huys, G. and Cnockaert, M. et al. (2005) Aeromonas culicicola Pidiyar
et al. 2002 is a later subjective synonym of Aeromonas veronii Hickman-
Brenner et al. 1987. Syst. Appl. Microbiol. 28, 604–609
36 Amann, R.I. et al. (1995) Phylogenetic identification and in situ
detection of individual microbial cells without cultivation. Microbiol.
Rev. 59, 143–169
37 Hugenholtz, P. et al. (1998) Impact of culture-independent studies on
the emerging phylogenetic view of bacterial diversity. J. Bacteriol. 180,
4765–4774
38 Stappenback, T.S. et al. (2002) Developmental regulation of intestinal
angiogenesis by indigenousmicrobes via Paneth cells. Proc. Natl. Acad.
Sci. U. S. A. 99, 15451–15455
39 Ley, R.E. et al. (2005) Obesity alters gut microbial ecology. Proc. Natl.
Acad. Sci. U. S. A. 102, 11070–11075
40 Rakoff-Nahoum, S. et al. (2004) Recognition of commensal microflora
by toll-like receptors is required for intestinal homeostasis. Cell 118,
229–241
41 Mazmanian, S.K. et al. (2005) An immunomodulatory molecule of
symbiotic bacteria directs maturation of the host immune system.
Cell 122, 107–118
42 Wang, X. et al. (2003) Molecular characterization of the microbial
species that colonize human ileal and colonic mucosa by using 16S
rDNA sequence analysis. J. Appl. Microbiol. 95, 508–520
43 Worthen, P.L. et al. Culture-independent characterization of the
digestive-tract microbiota of the medicinal leech, a tripartite
symbiosis. Appl. Environ. Microbiol. 72, 4775–4781
44 Colwell, R.R. et al. (1986) Proposal to recognize the family
Aeromonadaceae fam. nov. Int. J. Syst. Bacteriol. 36, 473–477
45 Janda, J.M. and Abbott, S.L. (1998) Evolving concepts regarding the
genus Aeromonas: an expanding panorama of species, disease
presentations, and unanswered questions. Clin. Infect. Dis. 27, 332–344
46 Pinus, M. and Muller, H.E. (1980) Enterobakterien bei Fledertieren
(Chiroptera). Zentralbl. Bakteriol. A. 247, 315–322
47 Eckburg, P.B. et al. (2005) Diversity of the human intestinal microbial
flora. Science 308, 1635–1638
48 Ohkuma, M. et al. (2002) Diverse bacteria related to the bacteroides
subgroup of the CFB phylum within the gut symbiotic communities of
various termites. Biosci. Biotechnol. Biochem. 66, 78–84
49 Kaneuchi, C. and Mitsuoka, T. (1978) Bacteroides microfusus, a new
species from the intestines of calves, chickens, and Japanese quails.
Int. J. Syst. Bacteriol. 28, 478–481
50 Indergand, S. and Graf, J. (2000) Ingested blood contributes to the
specificity of the symbiosis of Aeromonas veronii biovar sobria and
Hirudo medicinalis, the medicinal leech. Appl. Environ. Microbiol. 66,
4735–4741
51 Braschler, T.R. et al. (2003) Complement resistance is essential for
colonization of the digestive tract of Hirudo medicinalis by Aeromonas
strains. Appl. Environ. Microbiol. 69, 4268–4271
52 Tosi, M.F. (2005) Innate immune responses to infection. J. Allergy Clin.
Immunol. 116, 241–249
53 Merino, S. et al. (1991) The role of lipopolysaccharide in complementkilling
of Aeromonas hydrophila strains of serotype O:34. J. Gen.
Microbiol. 137, 1583–1590
54 Schramm, A. et al. (2003) Acidovorax-like symbionts in the nephridia of
earthworms. Environ. Microbiol. 5, 804–809
55 Davidson, S.K. and Stahl, D.A. (2006) Transmission of nephridial
bacteria of the earthworm Eisenia fetida. Appl. Environ. Microbiol.
72, 769–775
Review TRENDS in Microbiology Vol.14 No.8 371
The ScienceDirect collection
ScienceDirect’s extensive and unique full-text collection covers more than 1900 journals, including titles such as
The Lancet, Cell, Tetrahedron and the full suite of Trends, Current Opinion and Drug Discovery Today journals. With ScienceDirect,
the research process is enhanced with unsurpassed searching and linking functionality, all on a single, intuitive interface.
The rapid growth of the ScienceDirect collection is a result of the integration of several prestigious publications and the ongoing
addition to the Backfiles - heritage collections in a number of disciplines. The latest step in this ambitious project to digitize all of
Elsevier’s journals back to volume one, issue one, is the addition of the highly cited Cell Press journal collection on
ScienceDirect. Also available online for the first time are six Cell titles’ long-awaited Backfiles, containing more than
12,000 articles that highlight important historic developments in the field of life sciences.
For more information, visit www.sciencedirect.com
www.sciencedirect.com


The Mechanical Leech
By Kerrie Pinnock
ELE482 Biomedical Seminar III Monday April 29, 2002
Leeches have been used to treat many
different ailments from headaches to
stomach aches in ancient Egypt. Napoleon’s
military surgeon, Francois-Joseph-Victor
Broussais who was such a firm believer in
the medical benefits of leeches that in 1833;
he had more than 40 million imported into
France. In today’s medical field leeches are
used mostly to treat venous congestion.
Venous congestion is a post-surgical
complication that can occur after
reconstructive surgery. Venous congestion
is a complication that can happen after head,
neck, or breast reconstruction, limb or digit
reattachment, or other complicated
procedures where tissue is moved from one
place to another. Leeches increase the
blood flow to compromised tissue.
Complications happen as the arteries pump
blood into the reconstructed tissue, but the
associated veins do not let the blood flow
out, usually because the veins have become
clotted. The excess blood in the tissue, if
severe enough, can deprive the tissue of
oxygen and other nutrients and can cause it
to die.
In cases of venous congestion where
reestablishing the flow of blood is essential,
leeches have great therapeutic value
because, as they consume their meal of
blood, they promote blood flow through the
tissue. Even after a leech detaches from the
body, the anticoagulants it secreted into the
tissue allow the wound to ooze blood for
hours afterward. This oozing promoted by
the leech's natural anticoagulants also allows
blood to continue flowing through the tissue.
The mechanical leech was developed at
UW-Madison. The way it works is:
1.Tube delivers a solution containing
Heparin, an anticoagulant, to the wound.
2. Miniature bellows move the tube up and
down, preventing blood from clotting at the
bottom.
3. Actuator-driven disk rotates tube, also to
prevent clotting.
4. Holes in the cone release the solution to
cleanse wound.
5. Suction draws blood and solution out to
promote circulation
This mechanical leech has many advantages
for example it can penetrate a deeper level
under the skin, tapping into larger blood
vessels and treat a larger area of tissue.
Leeches are not sterile and can cause
bacterial infections. Nurses and pharmacists
tend not to like working with leeches
because they can sometimes slip off patients
and reattach themselves to other parts of the
body not in need of therapy. Most patients'
don’t enjoy having leeches attached to their
bodies. The mechanical leech will be able to
reduce this psychological stress.
The mechanical leech has only been tested
on pigs’ skin. Michael Conforti and Nadine
Connor are currently working toward a
mechanical leech that is smaller and easier
to use. Within the next three years this
product should be ready for human patients.

http://www.popsci.com/popsci/medicine/article/0,125
43,230229,00.html
http://www.otoweb.org/news_folder/mech_leech/mec
h_leech_B.htm
http://www.virginia.edu/topnews/releases2000/cottler
leech-dec-14-2000.html
http://www.news.wisc.edu/newsphotos/leech.html

TESTIMONI

Allhamdulillah sudah banyak pasien sembuh berobat dengan terapi lintah, dari penyakit ringan sampai penyakit berat.Antara lain pasien yang sudah sehat dan sembuh dengan Terapi Lintah (Hirudo Therapy) di lampung :

  • Hardiyoso, menderita penyakit asam urat tinggi yang mengakibatkan kelumpuhan pada kaki sebelah kanan, setelah diobati dengan terapi lintah sebanyak 5x sesi terapi akhirnya dapat kembali berjalan.
  • Bapak Siregar, penyakit eksim, 5x sesi terapi lintah penyakit eksim dapat sembuh total
  • Ibu Rindu, penyakit asam urat, 5x sesi terapi lintah penyakitnya sembuh
  • Pak Junaidi, eksim basah dengan terapi lintah sebanyak 7x akhirnya sembuh
  • Ibu Sri, penyakit penggumpalan darah dan Kelebihan Antibodi, dengan terapi lintah sebanyak 10x akhirnya dapat normal kembali dan sembuh
  • Ibu Ros, penyakit sinusitis, 3x terapi lintah penyakit dapat sembuh
  • Ibu Djaib, kolesterol, jantung dan asma setelah 5x terapi lintah kesehatan kembali pulih dan sehat total
  • Ibu Nur, batu ginjal,asam urat, darah tinggi setelah beberapa kali terapi lintah penyakit dapat sembuh
  • Ibu dwi, migrain, kekurangan kalium dengan beberapa kali terapi akhirnya dapat disembuhkan
  • Ibu tasya, trigleserida, kolesterol, dengan 3x terapi lintah akhirnya dapat disembuhkan 
  • Ibu Dede, varises, hamstring, sembuh dengan 2x terapi lintah
  • Pak Ian, gagal jantung, dengan 10x terapi lintah penyakit dapat disembuhkan
  • Taufik, benjolan kelenjar seperti kanker, hepatitis dengan beberapa kali terapi lintah akhirnya dapat sembuh
  • Pak Aji Way kanan, ada cairan di otak, telinga berdenging tinnitus akhirnya beberapa kali terapi linttah akhirnya dapat sembuh total
  • Pak Sugeng, diabetes basah, setelah diterapi beberapa kali kaki yang bolong akibat diabetes akhirnya dapat sembuh total.
  • Ibu ana, katarak, dengan beberapa kali terapi lintah dapat sembuh dan terhindar dari operasi mata
  • Ibu Ani, benjolan di kepala, asam urat, kolesterol tinggi, dengan 10 x terapi lintah akhirnya pasien dapat sembuh dan sehat kembali
  • Pak memet kupang, jantung koroner, dengan terapi lintah sebanyak 5x     akhirnya dapat sembuh total
  • Ibu dewi, penyakit parkinson, setelah intensif diterapi dengan lintah selama 2 minggu akhirnya bagian kaki yg sering bergerak dapat hilang dan kembali normal
  • Pak rustam, pembengkakan jantung, dengan beberapa kali terapi lintah akhirnya dapat sembuh
  • Ibu Indah, gondok beracun, akhirnya dengan intensif terapi dengan lintah dapat disembuhkan
  • Pak Ikhwanudin dan Ibu pipit, Tidak punya keturunan disebabkan faktor sperma yg tdk baik setelah 5x terapi lintah akhirnya bisa mendapatkan keturunan dengan perawatan secara intensif dan teratur


Note: 
Sesi terapi lintah disesuaikan dengan lamanya penyakit dan kondisi pasien dari setiap penyakit dapat berbeda kuantitas sesi terapi semuanya dilihat dan dipantau perkembangannya setiap kali terapi, semakin cepat penanganan penyakit semakin cepat pula penyembuhan akan dirasakan setiap pasien terapi lintah, jarak normal dari terapi pertama untuk kelanjutannya 3, 5,7,10 hari.
catatan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan penanganan penyakit pasien yang telah dijalani oleh terapist di TERAPI LINTAH LAMPUNG.
Banyak lagi penyakit yang telah kami sembuhkan dengan terapi lintah selain yang telah disebutkan di atas antara lain, kecanduan narkoba, darah rendah, fertilitas, jerawat, bisul, diabetes basah dan kering, epilepsi, asma, gondok, dll..

Lintah menormalkan tekanan darah Anda

  
  Sering kali, kesehatan yang buruk mengganggu kehidupan normal, sesekali mengetuk kami keluar dari rutinitas kehidupan sehari-hari. Lebih sering, masalah ini terkait dengan tekanan manusia. Sayangnya, dari penyakit ini mempengaruhi tidak hanya orang tua tetapi juga orang muda. Tekanan darah tinggi tidak hanya menyebabkan kesehatan yang buruk, tetapi juga menghilangkan dari irama normal kehidupan. Tentu saja, ada banyak metode untuk menstabilkan tekanan, massa resep untuk membantu kita melawan keadaan yang buruk kesehatan ...
 
  Namun, karena banyak cara kita telah melupakan tentang penyembuhan yang indah, yang memberi kami lintah medis! Hirudotherapy - dikenal sejak zaman kuno, metode pengobatan, yang tidak memiliki analog antara metode pengobatan modern.
Lintah termasuk jenis cacing yang hidup bebas dan mengisap darah ektoparasit (eksternal). Jumlah dikenal sekitar 400 jenis lintah. Namun, dalam praktek medis hanya berlaku untuk "lintah medis," dan dua subspesies nya, "kimiawan" (Hirudina 
officinalis) dan "terapi" (Hirudina medicinalis).
piyavochnogo memiliki sifat khusus rahasia memiliki efek menguntungkan pada tubuh dengan cara biologis zat aktif dari alam, disuntikkan ke lintah darah pasien. Kedokteran lintah adalah cara terbaik untuk mengobati berbagai penyakit, sehingga tidak memperkenalkan ke dalam aliran darah zat-zat dengan efek samping. Selain itu, lintah medis hanya digunakan sekali, yang menghilangkan kemungkinan infeksi dengan pasien. Baru-baru ini menjadi dikenal, dan bahwa Hirudotherapy (lintah pengobatan) membantu melawan berhasil dengan kejang pembuluh dengan tekanan darah tinggi, pembengkakan jaringan. Lintah dengan mengembalikan sirkulasi darah terganggu dan meningkatkan sirkulasi darah di pembuluh mengurangi risiko dinding pembuluh darah, mengurangi pembekuan darah dan membantu membersihkan tubuh dari racun.
Lintah obat telah terbukti menjadi sarana yang efektif untuk mengurangi tekanan darah seperti dalam pengobatan penyakit jantung dan hipertensi. Penggunaan lintah, meningkatkan sirkulasi darah, efek positif pada darah dan mempercepat aliran vena dari organ-organ dan jaringan, memberikan kontribusi untuk cara , penghapusan edema. Hal ini meningkatkan kinerja tekanan darah arteri dan vena, meningkatkan aliran darah, menurunkan kekentalan darah. Pada kebanyakan pasien hilang atau dikurangi gejala seperti sakit kepala, nyeri di hati, pusing, mati rasa jari tangan dan kaki. Di samping itu menyembuhkan penyakit, lintah memiliki efek menguntungkan pada seluruh tubuh (peningkatan kualitas tidur, nafsu makan, suasana hati meningkat, normalisasi metabolisme dan sistem kekebalan tubuh). Sampai batas tertentu, konsekuensi dari normalisasi aliran darah ke jaringan dan meningkatkan saturasi oksigen darah.
   Seperti pengobatan, terapi dengan lintah yang terbaik dilakukan oleh spesialis di kantor Hirudotherapy.  Untuk saat ini, dokter dengan kualifikasi tinggi - girudoterapevty dapat menunjuk suatu program pengobatan dengan lintah medis, sehingga secara signifikan meningkatkan kualitas hidup Anda! 
 
 
 
 
 

Cara menghentikan pendarahan:


Titik tekanan adalah area tubuh tempat pembuluh darah berjalan dekat dengan permukaan. Dengan menekan pada pembuluh darah, aliran darah lebih jauh akan diperlambat,sehingga tekanan langsung untuk menghentikan pendarahan.
Bila menggunakan titik tekanan, pastikan Anda menekan pada suatu titik dekat dengan jantung daripada luka. Menekan pada pembuluh darah lebih lanjut dari jantung daripada luka tidak akan berpengaruh pada pendarahan.

Area tekanan umum apabila terjadi pendarahan:

*Lengan antara bahu dan siku - arteri brakialis
*Selangkangan area sepanjang garis bikini - arteri femoralis
*Belakang lutut - arteri poplitea
*Ingatlah untuk menjaga luka tinggi di atas jantung dan menjaga tekanan langsung pada luka.
Jika pengobatan darurat tidak diperlukan, perdarahan biasanya dapat dihentikan dengan menerapkan stabil, tekanan langsung dan mengangkat luka. Langkah-langkah berikut akan melindungi luka kulit dan melindungi Anda dari paparan darah orang lain.

Sebelum Anda mencoba untuk menghentikan pendarahan :
Cuci tangan anda dengan sabun dan air, jika tersedia.
Mengenakan sarung tangan medis, jika tersedia, sebelum menerapkan tekanan langsung ke luka. Jika sarung tangan tidak tersedia, gunakan banyak lapisan kain bersih, kantong plastik, atau bahan terbersih tersedia antara tangan dan luka.
Apakah orang yang terluka terus tekanan langsung pada luka, jika mungkin, dan mengangkat daerah yang terluka.
Gunakan tangan kosong Anda untuk menerapkan tekanan langsung hanya sebagai pilihan terakhir.
Menghentikan pendarahan
Apakah orang yang terluka berbaring dan mengangkat situs yang berdarah.
Hapus semua objek terlihat dalam luka yang mudah untuk menghapus. Mengontrol perdarahan sebelum mencoba untuk membersihkan luka.
Menghapus atau memotong pakaian dari sekitar luka. Hapus perhiasan dari area umum dari luka jadi jika daerah tersebut membengkak, perhiasan tidak akan mempengaruhi aliran darah.
Terapkan stabil, tekanan langsung dan meningkatkan daerah untuk 15 menit penuh. Gunakan jam-15 menit dapat tampak seperti waktu yang lama. Menahan keinginan untuk mengintip setelah beberapa menit untuk melihat apakah perdarahan telah berhenti.Jika darah membasahi melalui kain, oleskan satu sama lain tanpa mengangkat pertama. Jika ada objek di dalam luka, menerapkan tekanan di sekitar objek, tidak langsung di atasnya.
Jika sedang sampai pendarahan hebat tidak melambat atau berhenti, melanjutkan tekanan langsung sementara mendapatkan bantuan. Jangan gunakan turniket untuk menghentikan pendarahan.Apakah semua yang Anda bisa untuk menjaga luka bersih dan menghindari cedera lebih lanjut ke daerah.
Perdarahan ringan biasanya berhenti sendiri atau memperlambat ke cairan atau tetesan setelah 15 menit tekanan. Ini mungkin cairan atau tetesan sampai 45 menit.
Kadang-kadang luka tusukan menyebabkan perdarahan di bawah kulit, tetapi hanya sejumlah kecil darah keluar dari luka. Ketika ini terjadi, daerah sekitar luka tusukan dapat menjadi bengkak dan memar. Jika pendarahan menyebabkan darah berkumpul di lokasi luka (hematoma luka), risiko infeksi meningkat dari.

Sementara mengikuti langkah-langkah untuk menghentikan pendarahan, perhatikan tanda-tanda syok pada orang yang terluka, termasuk:

Pingsan (kehilangan kesadaran).
Merasa sangat pusing atau pusing, seperti orang bisa pingsan.
Merasa sangat lemah atau mengalami kesulitan berdiri.
Menjadi kurang waspada. Orang tiba-tiba mungkin tidak dapat menanggapi pertanyaan, atau dia mungkin bingung, gelisah, atau takut.

Sejarah Lintah

Sejarah Lintah di Kedokteran 

Lintah Obat adalah setua Piramida. Secara harfiah. Catatan menunjukkan bahwa Mesir menggunakan terapi lintah lebih dari 3.500 tahun yang lalu dan lintah (sering keliru dikreditkan sebagai kobra) termasuk dalam hieroglif dilukis di dinding. Terapi lintah digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi, dari sakit kepala sampai wasir.
Bloodletting adalah salah satu praktek medis tertua, yang telah dipraktekkan sejak zaman kuno, termasuk Mesopotamians, Yunani, bangsa Maya, dan Aztec. Di Yunani, pertumpahan darah adalah praktek standar sekitar waktu Hippocrates dan Herophilos.

Herophilos (335-280 SM) adalah seorang dokter Yunani yang adalah ilmuwan pertama yang secara sistematis melakukan pembedahan ilmiah dari mayat manusia dan dianggap ahli anatomi pertama. Hippocrates dari Cos (460BC-370BC) juga seorang dokter Yunani dan disebut sebagai "bapak kedokteran". Dia adalah dokter pertama yang menolak takhayul, legenda dan keyakinan yang dikreditkan kekuatan gaib atau ilahi menyebabkan penyakit.

Kedua dokter digunakan lintah obat, antara metode lain, untuk darah membiarkan untuk menghapus darah dari seorang pasien untuk "menyeimbangkan humor". Empat humor filsafat medis kuno adalah darah, dahak, empedu hitam dan empedu kuning. Kepercayaan pada saat itu adalah bahwa keempat humor harus tetap seimbang dalam rangka bagi tubuh manusia untuk berfungsi dengan baik. Setiap penyakit atau penyakit yang dianggap sebagai hasil dari ketidakseimbangan humor ini. Humor dominan diyakini darah.

Namun ia Aelius Galenus (AD 129-200), seorang dokter terkemuka dan filsuf dan peneliti medis yang paling berhasil dari era Romawi yang berlatih darah membiarkan luas dan memperkenalkan darah membiarkan ke Roma. Teori-teorinya didominasi dan dipengaruhi ilmu kedokteran Barat selama lebih dari seribu tahun. Dari empat humor, Galen percaya darah itu adalah humor yang dominan dan yang paling membutuhkan kontrol. Roma adalah yang pertama untuk menggunakan nama Hirudo untuk lintah.

Terapi Lintah atau HIRUDOTHERAPY dikenal selama jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat dan tetap populer di seluruh Abad Pertengahan. Selama berabad-abad itu tetap merupakan bagian integral dari mengobati penyakit dan penyakit di seluruh dunia. Bloodletting dalam berbagai bentuk terutama populer di Amerika Serikat muda Amerika. Benjamin Rush (penandatangan dari Deklarasi Kemerdekaan) melihat keadaan arteri sebagai kunci untuk penyakit, merekomendasikan lebih tinggi dari tingkat yang pernah mengeluarkan darah. Yang terlalu tinggi, memang!

Sebagai dosen di Royal College of Physicians akan menyatakan pada tahun 1840, "darah-membiarkan adalah obat yang ketika bijaksana bekerja, hampir tidak mungkin untuk memperkirakan terlalu tinggi".

Memang, pada pertengahan 1800-an permintaan untuk lintah begitu tinggi bahwa Perancis mengimpor sekitar empat puluh juta lintah tahun untuk tujuan medis, dan pada dekade berikutnya, Inggris mengimpor enam juta lintah tahun dari Perancis saja, karena produksi lintah dari mereka pertanian sendiri di dekat Oxford tidak mencukupi. Dan bukan hanya Eropa - ada ledakan dalam penggunaan lintah di Asia dan Timur Tengah.

Banyak ditinggalkan lintah dengan munculnya antibiotik di tahun 1930-an. Namun pertumpahan darah masih bertahan dan bahkan direkomendasikan oleh Sir William Osler dalam edisi 1923 dari buku berjudul The Prinsip dan Praktek Kedokteran. Dalam paruh kedua lintah abad ke-20 refound peranan penting dalam praktek medis dan lintah sekarang digunakan secara luas oleh ahli bedah rekonstruksi yang perlu untuk menghapus darah stagnan dari flap atau anggota badan disambungkan, dan juga, dalam pengobatan lintah-terapi non-invasif luar fasilitas rumah sakit.

Dalam Undang-Undang tanggal 28 Juni 2004, Food and Drug administrasi (FDA) mengizinkan untuk pertama kalinya pemasaran komersial Obat Lintah untuk tujuan pengobatan dan memutuskan bahwa lintah adalah perangkat medis karena mereka memenuhi definisi perangkat medis.

Penelitian medis dan penggunaan lintah tidak pernah berhenti di beberapa bagian dunia, terutama di Jerman dan Rusia. Jadi sedikit mengherankan bahwa kedua negara mencapai level tertinggi dalam penelitian secara keseluruhan pada lintah dan obat, Rusia, menjadi produsen terbesar Hirudo medicinalis di Dunia.

Hari ini seluruh dunia adalah penangkapan pada sebagai lintah berada di titik puncak tidak hanya menikmati kebangkitan untuk manfaat kesehatan diketahui, namun ada penemuan baru yang konstan berdasarkan penelitian kesehatan menyeluruh tentang efek positif dari zat-zat yang dihasilkan oleh lintah obat, yang kemudian diinduksi dengan lintah ke dalam tubuh manusia (dan / atau hewan juga!) selama perawatan hirudotherapy.


 " Lintah ini bisa membantu semua orang ... dan bahkan kucing ...
    Para lintah dapat menyembuhkan segalanya. "
                                                             
      By. Prof.A.I.Krasheniuk, Saint Petersburg, Rusia

 "Saat petugas kesehatan tidak ada, kebijaksanaan tidak dapat mengungkapkan sendiri, seni  tidak bisa terwujud, kekuatan tidak bisa melawan, kekayaan menjadi sia-sia dan kecerdasan tidak dapat diterapkan. "

       By.Herophilos


Pembuluh nadi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Potongan pada pembuluh nadi
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.

Daftar isi

Penggambaran

Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau sfigmomanometer.

Anatomi


Anatomi dinding pembuluh nadi.
Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.

Jenis pembuluh nadi

Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:

Arteri pulmonaris

Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.

Arteri sistemik

Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.

Aorta

Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.

Arteriol

Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.

Pembuluh kapiler

Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.

Kelas menulis Wikipedia untuk umum telah dibuka untuk setiap minggunya. Anda dapat mengikutinya!

Pembuluh nadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Potongan pada pembuluh nadi
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.

Daftar isi

[sembunyikan]

Penggambaran

Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau sfigmomanometer.

Anatomi

Anatomi dinding pembuluh nadi.
Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.

Jenis pembuluh nadi

Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:

Arteri pulmonaris

Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.

Arteri sistemik

Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.

Aorta

Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.

Arteriol

Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.

Pembuluh kapiler

Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.

Lihat pula

Ruang nama
Varian
Tindakan
free counters